Selasa, 14 Februari 2017

Kisah Menyedihkan Seorang Istri Yang Meninggal Dunia Setelah Dimadu Suaminya

Kisah Menyedihkan Seorang Istri Yang Meninggal Dunia Setelah Dimadu Suaminya

iklan 336x280 iklan link responsive

Baca Juga

 
 
Kisah ini bercerita tentang curahan hati seorang wanita yang dimadu oleh suaminya. Namun, karena dirinya merasa sakit hati dengan madu suaminya, dia membalasnya dengan meminta suaminya untuk menikah lagi dengan seorang wanita pilihan darinya. Namun ternyata, akhirnya dia menyesal dengan perbuatannya itu, karena di luar yang dibayangkannya, ternyata madu pertamanya tersebut memiliki hati yang sangat mulia. Beginilah kisah selengkapnya.
 
Sahabat saat ini aku berada di Tanah Suci Mekkah, dua kali sudah aku menginjakkan kaki ku di tanah suci ini. Namun yang kedua ini betapa lebih membuat aku sadar dari setiap akhlak kurang baik yang pernah aku torehkan dalam keluargaku tercinta, terlebih kepada Dinda maduku.
 
Layaknya sebagai perempuan normal, terkadang terbersit dalam hati rasa ketidaksukaan dan ketidaknyamanan ketika sang suami tercinta meminta untuk ta'addud. Namun betapa aku juga mendamba menjadi istri yang sami'na wa atha'na kepada Allah, Rasulullah dan suami.
 
Jadi apakah ini suatu keterpaksaan sebab agama hingga aku mengizinkan suamiku menikah lagi dengan pilihan dia sendiri? aku tidak tahu. Wanita yang mau dinikahi suami ku adalah seorang gadis berusia 25 tahun, suamiku sendiri berusia 35 tahun dan aku, umurku 34 tahun.
 
Awal-awal suamiku kenal dengan gadis ini adalah dari jejaring sosial, suamiku merasa cocok dengan gadis ini, karena tidak ingin berlarut-larut dalam gelimang dosa yang terbalut dengan saling mengajak beramar ma'ruf maka dengan santun nya suamiku meminta izin aku untuk menikah dengan gadis ini.
 
Tidak sekalipun suamiku berbohong kepadaku karena prinsip dia, "tidak patut seorang hamba berbohong sebab hanya akan mendatangkan kesia-siaan."
 
Berhari-hari aku belajar menata hati, menyiapkan perasaan dengan sebaik-baiknya untuk menerima permintaan suamiku yang sungguh meremukkan hatiku. Namun sekali lagi aku benar-benar mencintai suamiku tidak mungkin aku membiarkan suamiku terus larut dalam rasa bersalahnya karena hendak mengakhiri kesalahan itu dengan jalan syar'i yaitu menikahi gadis itu.
 
Lihatlah suamiku betapa bijaksana nyamemiliki pemikiran seperti ini, itu berarti suamiku adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang Ia lakukan.
 
Dan akhirnya akupun mengizinkan suamiku menikahi gadis itu dengan penuh kesedihan yang menghujam uluh hati, apakah aku tidak ikhlas? apakah aku tidak ridha dengan suamiku menikah lagi?
 
Percuma bahas ini, toh aku tidak bisa membiarkan suamiku dalam kekalutan berkecimpung kemaksiatan.
 
Alhamdulillah, istri yang dipilih suamiku ternyata dia adalah seorang wanita yang berakhlak baik.
 
Cara pakaian dia yang syar'i, cara tutur bicara dia yang sopan, sungguh benar-benar tidak salah suamiku memilih. Aku biasa memanggil dia Dinda dan dia biasa memenggil aku Yunda.
 
Betapa kami berdua sangat akrab layaknya kakak beradik, dia juga sungguh perhatian kepada ke dua anakku, tapi astagfirullah syaitan apa dulu yang nyangkut dalam hatiku, tidak sedikitpun rasa suka itu terbersit dalam hatiku, kebaikannya tak mampu mengalahkan rasa benci dan perihku, hatiku berontak untuk memiliki madu.
 
Dua tahun pernikahan maduku dan suamiku belum juga dikaruniai anak, sementara akupun juga tidak ada harapan lagi untuk mengandung.
 
Maka aku mencari cara bagaimana aku bisa membalas sakit hatiku ini. Akhirnya ide itu muncul juga. Dalam sebuah majlis ta'lim dimana biasa aku kajian dengan suami dan maduku, ada seorang akhwat yang masih gadis namanya Lirna.

Related Posts

Kisah Menyedihkan Seorang Istri Yang Meninggal Dunia Setelah Dimadu Suaminya
4/ 5
Oleh