Rabu, 31 Mei 2017

8 Tahun Pasang Kamera Disini Saat Lihat Hasilnya Sesuatu yang Mengejutkan Terekam Camera.

8 Tahun Pasang Kamera Disini Saat Lihat Hasilnya Sesuatu yang Mengejutkan Terekam Camera.

iklan 336x280 iklan link responsive

Baca Juga


Dua orang fotografer profesional yang dikenal sebagai Adam LeWinter dan Jeff Orlowski.
Merekam gambar perubahan gletser di Kutub Utara dengan menggunakan teknik time-lapse melalui lensa kamera mereka.
Kamera-kamera itu kemudian dibiarkan disana selama tujuh tahun untuk tujuan dokumenter tentang pemanasan global.
Di dalam film dokumenter yang berjudul Chasing Ice ini, sebuah bongkahan gletser yang besar direkam runtuh secara tiba-tiba di depan mata mereka.
Film dokumenter yang dirilis pada tahun 2012 itu menceritakan.
Bagaimana dahsyat dan mengerikannya dampak dari runtuhnya gletser di Kutub Utara yang membuat Bumi menjadi semakin panas.

Selama di Greenland Barat pada tahun 2008, mereka telah merekam saat-saat yang akhirnya menjadi sejarah besar tentang pemanasan global.
LeWinter dan Orlowski berhasil merekam apa yang dikatakan sebagai reruntuhan gletser yang terbesar dalam sejarah yang pernah dijadikan film.
Proses reruntuhan gletser yang bernama Ilulissat Icefjord itu tidak terjadi dalam sekejap mata.
Sebaliknya ia memakan waktu hampir 75 menit lamanya.
Itu menjadi reruntuhan gletser yang terbesar di dalam sejarah.
Karena pencairan gletser mencakup hingga 1,6 kilometer dari tepi laut.

Dengan isi yang mencapai hingga 7,4 kilometer kubik, ketebalan 910 meter dan puncak setinggi 120 dari permukaan laut.
Ini memang merupakan sebuah gletser yang paling besar pernah dilihat mencair di depan mata mereka.

Film dokumenter Chasing Ice ini telah berhasil mendapatkan lebih dari 30 penghargaan di berbagai festival.
Termasuk Award of Excellence in Cinematography di Festival Film Sundance 2012.
Dan The Best Documentary dari International Press Association. (taikotai)

Related Posts

8 Tahun Pasang Kamera Disini Saat Lihat Hasilnya Sesuatu yang Mengejutkan Terekam Camera.
4/ 5
Oleh